Man City Terbukti Langgar Aturan Keuangan Premier League

Manchester City dinyatakan terbukti bersalah atas sebagian besar dari 134 dakwaan terkait pelanggaran aturan keuangan Premier League. Putusan ini menempatkan klub berjuluk The Citizens tersebut di ambang hukuman terberat dalam sejarah sepak bola Inggris, termasuk kemungkinan degradasi atau bahkan dikeluarkan dari kompetisi. Keputusan itu sekaligus menutup rangkaian persidangan disiplin terbesar yang pernah digelar Liga Primer sepanjang sejarahnya.

Hingga kini, baik Manchester City maupun pihak Premier League sama-sama menolak mengonfirmasi hasil putusan tersebut secara terbuka. Dua tahun setelah sidang pertama dimulai, publik setidaknya mulai mendapat gambaran soal seberapa luas pelanggaran yang dilakukan klub asal Manchester itu. Karena banding diperkirakan akan segera diajukan, perseteruan hukum ini praktis belum benar-benar selesai.

Rincian 134 Dakwaan yang Dihadapi Manchester City

Dakwaan yang dihadapi City mencakup rentang musim 2009-10 hingga 2022-23 dan menyentuh beberapa area sekaligus. Tuduhan paling serius berkaitan dengan dugaan bahwa klub gagal menyampaikan “informasi keuangan yang akurat” kepada Liga Primer selama periode itu. Pada rentang musim yang sama, City justru menikmati masa paling gemilang dalam sejarahnya dengan mengoleksi tujuh gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, dan enam Piala Liga.

Secara garis besar, ratusan dakwaan itu terbagi ke dalam lima area pelanggaran yang berbeda. Lebih dari 80 dakwaan menyangkut kewajiban klub untuk bertindak dengan “itikad baik sepenuhnya” saat menyampaikan informasi kepada Premier League, termasuk kewajiban mengungkap seluruh dokumen yang diminta. Rangkaian tuduhan ini mengindikasikan keyakinan liga bahwa City memberikan gambaran yang tidak akurat soal kondisi keuangan klub sekaligus menahan dokumen yang semestinya bisa menjelaskan persoalan tersebut secara lebih terang.

Sisanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan profitabilitas dan keberlanjutan (PSR) serta regulasi financial fair play yang diterapkan UEFA. Sebanyak 20 dakwaan secara khusus menyoroti kewajiban klub untuk memberikan “rincian penuh atas remunerasi”, dengan dugaan pelanggaran pada aturan pembayaran kepada pemain dan manajer. Panjangnya daftar dakwaan ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan dugaan pelanggaran yang bersifat sistemik.

Jejak Panjang Investigasi Sejak 2014

Skala dakwaan yang sedemikian besar tidak muncul begitu saja, melainkan buah dari proses yang berlangsung lebih dari satu dekade. Pada 2014, UEFA lebih dulu menyatakan City melanggar aturan financial fair play, sebuah keputusan yang berujung pada denda sebesar €20 juta. Temuan itu menjadi titik awal perhatian otoritas terhadap struktur keuangan klub.

Perhatian publik kemudian meledak setelah skandal Football Leaks pada 2015, ketika jutaan dokumen privat terkait klub dan pemain dibobol lalu dipublikasikan. Bocoran tersebut memicu pemberitaan luas mengenai urusan internal City dan mendorong UEFA membuka investigasi baru. Pada 2020, UEFA menjatuhkan sanksi larangan tampil di Liga Champions karena menilai City “melebih-lebihkan pendapatan sponsor dalam laporannya”, namun sanksi itu berhasil dibatalkan City melalui banding di Court of Arbitration for Sport (CAS).

Jalur investigasi Premier League sendiri baru dimulai pada Desember 2018. Penyelidikan ini berlangsung sangat tertutup, sampai-sampai Mail on Sunday harus menempuh langkah hukum hanya untuk membuktikan bahwa investigasi tersebut memang sedang berjalan. Investigasi itu diduga turut dipicu oleh pengungkapan Football Leaks, dan sekitar empat tahun kemudian berujung pada dilontarkannya dakwaan resmi terhadap City.

Ancaman Sanksi: Degradasi hingga Pengusiran

Bila banding City gagal, panel yudisial diperkirakan akan melanjutkan proses untuk memutuskan tingkat hukuman yang dijatuhkan. Aturan W.64 dalam buku panduan Premier League menguraikan sejumlah opsi hukuman yang tersedia bagi panel, mulai dari denda, penangguhan keikutsertaan klub dalam kompetisi, pengurangan poin, hingga pengusiran total dari kompetisi pada kondisi paling ekstrem.

Besarnya skala dakwaan membuat kasus ini nyaris tidak punya pembanding langsung dengan perkara disiplin lain. Kasus Chelsea belum lama ini, yang dinyatakan melanggar aturan FA soal agen sebanyak 74 kali, hanya berujung denda £10 juta karena klub dinilai tidak memperoleh keuntungan sportif signifikan dan justru dipuji karena melaporkan pelanggarannya sendiri, yang terjadi pada era kepemilikan Roman Abramovich. Kedua faktor peringan itu tampaknya tidak berlaku dalam kasus City, mengingat dakwaan yang bersifat sistemik soal salah pelaporan keuangan dan fakta bahwa mayoritas dakwaan berkaitan dengan kegagalan mematuhi aturan liga.

Dampaknya tidak hanya dirasakan City. Putusan ini berpotensi mengguncang peta persaingan Liga Primer, terutama jika sanksi yang dijatuhkan berbentuk pengurangan poin atau pengusiran dari kompetisi. Bagi klub-klub pesaing, kepastian soal integritas kompetisi menjadi taruhan, sementara bagi City, reputasi dan pencapaian selama lebih dari satu dekade berada di ujung tanduk.

Proses Banding dan Batas Waktunya

Merujuk buku aturan Premier League, proses banding memiliki tenggat yang lebih ketat dibanding persidangan awal. Pihak yang ingin mengajukan banding atas keputusan panel yudisial wajib mengirimkannya melalui surat elektronik dalam waktu 14 hari sejak keputusan diumumkan. Berdasarkan aturan W.86, setiap sidang banding harus rampung tidak lebih dari 12 pekan setelah banding pertama diajukan, dan keputusan dewan banding wajib dipublikasikan bersama alasan tertulis lengkapnya dalam 30 hari setelah sidang usai.

Juru bicara Manchester City menyatakan bahwa proses Premier League masih berjalan dan sejumlah elemen penting belum tuntas, sehingga klub terikat aturan kerahasiaan yang ketat. Klub menegaskan posisinya tetap konsisten dengan pernyataan resmi pada Februari 2023. City juga menyebut telah dengan tekun menghormati proses hukum selama delapan tahun, dengan asumsi bahwa jajaran eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil, tanpa pengaruh kepentingan tertentu.

Premier League memilih bungkam dengan alasan kerahasiaan kasus. Sejumlah eksekutif klub disebut mengetahui hasil putusan setelah rapat pemegang saham di pusat kota London pada Kamis, lalu menandatangani perjanjian kerahasiaan. Andy Burnham, yang dimintai tanggapan pada Jumat malam, mengatakan kepada ITV Granada Reports bahwa ia baru mengetahui kabar itu dan menilai laporan tersebut masih perlu dikonfirmasi. Ia mengingatkan agar publik tidak tergesa-gesa menarik kesimpulan dan menekankan perlunya menelaah laporan komisi independen secara menyeluruh sebelum mengambil sikap.

Konteks Lebih Luas bagi Sepak Bola Inggris

Putusan ini menyeret sepak bola Inggris ke wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada kasus disiplin lain yang skalanya sebanding, baik dari jumlah dakwaan maupun dari nilai taruhannya. Bagi Premier League, kasus ini sekaligus menjadi ujian atas kredibilitas penegakan aturan keuangan yang selama ini menjadi fondasi kompetisi.

Lamanya proses juga menjadi sorotan tersendiri. Putusan baru tercapai lebih dari tiga setengah tahun setelah 134 dakwaan pertama kali dilayangkan, dan lebih dari dua tahun sejak persidangan disiplin dimulai. Rentang waktu sepanjang itu memunculkan pertanyaan soal efektivitas mekanisme penegakan aturan, terlebih ketika perkara serupa di klub lain bisa diselesaikan jauh lebih cepat.

Setelah banding diajukan, perhatian akan beralih ke panel yudisial yang diperkirakan menyusun putusan soal besaran sanksi. Sejumlah pihak menantikan apakah ada pelajaran yang bisa diambil dari proses ini, sementara yang lain menunggu apakah keputusan akhir nanti akan mengubah cara klub-klub besar mengelola laporan keuangannya. Apapun hasil akhirnya, putusan ini menandai babak baru dalam cara Liga Primer menjaga integritas kompetisinya.

Manchester City untuk sementara berada dalam posisi yang belum pasti: terbukti melanggar aturan keuangan Premier League, tetapi belum mengetahui bentuk hukuman final yang menantinya. Banding dalam 14 hari ke depan akan menentukan apakah temuan panel bertahan atau dibatalkan. Yang jelas, kasus ini telah menjadi tonggak penting dalam sejarah penegakan regulasi keuangan di sepak bola Inggris, dan dampaknya akan terasa jauh melampaui satu klub saja.