Gol Spektakuler Mbappé Bawa Prancis ke Semifinal Piala Dunia

Prancis Tampil Tanpa Ampun Berkat Mbappé

Prancis menunjukkan kegigihan yang sulit dihentikan. Kylian Mbappé menjadi motor serangan dengan gol spektakulernya yang memastikan kemenangan 2-0 atas Maroko. Maroko, yang sebelumnya dikalahkan Prancis di semifinal Qatar, datang dengan niat membalas, tetapi pressing tinggi Prancis memaksa mereka bertahan mati-matian. Dengan kualitas serangan Prancis, bertahan saja tidak cukup untuk menghentikan laju Mbappé dan kawan-kawan.

Peran Kunci Kylian Mbappé Sepanjang Laga

Kylian Mbappé sekali lagi menjadi figur kunci. Ia gagal mengeksekusi penalti, lalu mencetak gol pembuka yang luar biasa, dan memberikan assist untuk gol kedua Ousmane Dembélé. Saat pertandingan mulai melambat dan Maroko mulai percaya diri, Mbappé menghasilkan gol dari ketiadaan yang membuat stadion bergemuruh.

Penalti Gagal, Tapi Tak Surutkan Semangat

Di babak pertama, Mbappé dilanggar di kotak penalti oleh Noussair Mazraoui. Wasit memberikan penalti setelah meninjau VAR. Namun tendangan Mbappé lemah ke kiri dan mudah ditangkap kiper Yassine Bounou, yang terkenal ahli dalam penalti. Ini menjadi penyelamatan penalti pertamanya untuk Maroko di luar adu penalti. Meski gagal, semangat Mbappé tak padam.

Bounou juga menggagalkan sundulan Dayot Upamecano dan tembakan muda Desiré Doué. Lucas Digne membentur mistar. Prancis mendominasi dengan 13 peluang sebelum Maroko mendapat peluang pertama di injury time babak pertama. Dominasi ini menunjukkan betapa sulitnya menghentikan aliran serangan Prancis yang dipimpin Mbappé.

Gol Spektakuler yang Membungkam Perlawanan

Mbappé sempat membuang peluang di awal babak kedua, tetapi pada menit ke-60 ia menunjukkan kelasnya. Umpan pendek dari Digne diterima Mbappé di kotak penalti. Dengan posisi sempit dan bek Issa Diop di depannya, Mbappé memukul bola dengan efek melengkung yang aneh di kecepatan 98 km/jam, menggunakan tubuh Diop sebagai perisai. Bola masuk ke tiang dekat – sebuah gol yang tidak mungkin diselamatkan bahkan oleh kiper terbaik sekalipun.

Pressing Prancis yang Membuat Maroko Terjebak

Maroko menarik Ismael Saibari yang cedera dan memasukkan Chemsdine Talbi untuk berlari di sisi kiri, tetapi ia lebih sibuk membantu pertahanan. Pressing Prancis begitu baik sehingga satu-satunya jalan Maroko adalah bertahan dan berharap adu penalti. Begitu garis pertahanan pertama jebol, gol kedua segera lahir. Mazraoui menghalangi pandangan Bounou saat Dembélé melengkungkan bola ke sudut gawang. Kiper sempat menyentuh tetapi bola tetap masuk.

  • Prancis mencatatkan dominasi penguasaan bola 60% berkat pressing efektif.
  • Kylian Mbappé menjadi ancaman konstan di sisi kiri, memaksa Maroko mengerahkan dua pemain untuk menjaganya.
  • Pelatih Didier Deschamps menunjukkan fleksibilitas taktik, tetap menekan tanpa berm