Drama Inggris vs Meksiko: 10 Pemain Bertahan, Kane Penalti, Kemenangan Heroik

Pertandingan Penuh Tekanan di Azteca

Pertandingan antara Inggris dan Meksiko di Estadio Azteca menyajikan drama Inggris vs Meksiko yang tak terlupakan. Dalam laga knockout Piala Dunia ini, Inggris harus bermain dengan 10 pemain setelah kartu merah, namun tetap menang 3–2 berkat penalti Harry Kane. Stadion legendaris yang menyimpan kenangan pahit bagi Inggris (kekalahan 1986 karena “Tangan Tuhan”) menjadi saksi bagaimana Tim Tiga Singa mampu bertahan dari tekanan luar biasa.

Meksiko, tuan rumah bersama turnamen, datang dengan rekor sempurna: empat kemenangan beruntun. Dukungan puluhan ribu penonton lokal menciptakan atmosfer yang nyaris mencekik. Namun Inggris justru tampil dingin di awal, menguasai bola dengan sabar sambil menunggu celah. Strategi itu berbuah manis ketika Jude Bellingham membuka keunggulan pada menit ke-23.

Babak Pertama: Bellingham Gila

Gol Bellingham dan Keunggulan 2-0

Jude Bellingham menjadi bintang utama di babak pertama. Ia mencetak dua gol dalam rentang waktu singkat. Gol pertama lahir dari umpan silang sempurna Bukayo Saka yang disundul keras oleh Bellingham. Gol kedua hasil kerja sama dengan Harry Kane: umpan silang rendah dari Kane disambar Bellingham yang lebih gesit dari bek Meksiko. Skor 2–0 untuk Inggris membuat pendukung tuan rumah terdiam.

Namun Meksiko tidak menyerah. Mereka membalas melalui gol Julian Quiñones memanfaatkan kemelut dari tendangan bebas. Babak pertama ditutup dengan skor 2–1. Meksiko bahkan hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan Raúl Jiménez yang digagalkan oleh Bellingham yang kembali ke garis gawang. Drama Inggris vs Meksiko masih panjang.

Babak Kedua: Kartu Merah dan Pergulatan

Quansah Diusir, Inggris Harus Bermain 10 Orang

Memasuki babak kedua, Inggris mencoba menambah gol. Peluang datang dari tembakan Nico O’Reilly yang membentur mistar. Namun momentum berbalik saat Jarell Quansah, bek kanan pengganti, melakukan tekel keras ke arah Jesús Gallardo. Wasit Alireza Faghani memberikan kartu merah setelah meninjau VAR. Inggris harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-54. Keputusan itu memicu kemarahan bangku cadangan Meksiko, sekaligus meningkatkan tekanan pada pertahanan Inggris.

Penalti Kane dan Jimenez

Pelatih Thomas Tuchel segera melakukan penyesuaian: memasukkan John Stones untuk menggantikan Saka dan mengubah formasi menjadi 5-3-1. Namun justru Anthony Gordon yang menjadi pahlawan. Ia berlari cepat merebut bola liar setelah Kane bertabrakan dengan bek Meksiko. Kiper Raúl Rangel menjatuhkan Gordon di kotak penalti. Harry Kane maju sebagai algojo dan menuntaskan tugasnya: skor 3–1. Itu adalah gol keenam Kane di turnamen dan ke-73 musim ini untuk klub dan negara.

Meksiko kembali bangkit melalui penalti kedua. Kali ini giliran Kane yang dianggap melanggar pemain pengganti Brian Gutiérrez saat mencoba membuang bola. VAR kembali memanggil wasit ke monitor, dan hasilnya penalti untuk Meksiko. Raúl Jiménez mengeksekusi dengan dingin, memperkecil ketertinggalan menjadi 3–2. Sisa pertandingan menjadi drama Inggris vs Meksiko yang menegangkan.

Akhir yang Mendebarkan

Tuchel memasukkan Dan Burn dan Djed Spence untuk memperkuat lini belakang. Inggris bertahan dengan gigih dalam formasi rapat. Meksiko terus mengirimkan umpan silang, namun Burn dan Stones selalu mampu menyapu bersih. Pada menit tambahan ke-11, Stones nyaris mencetak gol bunuh diri saat menghalau umpan silang, namun bola melebar tipis. Kiper Jordan Pickford tampil sigap, sementara para pemain Inggris mengerahkan segalanya untuk mempertahankan keunggulan. Peluit panjang berbunyi, dan kemenangan heroik pun diraih.

Kesimpulan

Kemenangan ini menjadi salah satu yang terbaik Inggris sejak 1966. Selain soal taktik dan mentalitas, drama Inggris vs Meksiko juga menunjukkan betapa pentingnya ketenangan dalam situasi genting. Inggris melaju ke perempat final melawan Norwegia di Miami. Bagi Meksiko, meski tersingkir, penampilan mereka layak diacungi jempol. Pertandingan di Azteca ini akan terus dikenang sebagai laga klasik Piala Dunia yang penuh emosi, gol, kartu merah, dan penalti.