Mikel Merino Kembali Jadi Pahlawan, Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia

Pahlawan Super Sub Spanyol Beraksi Lagi

Mikel Merino kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Spanyol semi final Piala Dunia setelah gol dramatis di menit akhir membawa La Roja menaklukkan Belgia 2-1. Pemain yang sebelumnya menjadi pahlawan di perempat final Euro dan babak 16 besar Piala Dunia ini, kini melakukannya untuk ketiga kalinya. Yang membuatnya semakin istimewa, putranya yang baru berusia dua bulan, Marco, hadir langsung di stadion untuk menyaksikan aksi sang ayah. Merino pun berkomentar, “Karena dia tidak ada di perempat final, saya harus melakukannya lagi di semifinal agar ia bisa merasakan momen ini.”

Jalannya Pertandingan: Dominasi Spanyol yang Nyaris Buyar

Pelatih Luis de la Fuente mengambil keputusan berani dengan menurunkan Fabián Ruiz menggantikan Pedri di lini tengah. Keputusan itu langsung membuahkan hasil pada menit ke-30. Umpan terukur Lamine Yamal ke Pedro Porro diakhiri dengan tembakan Dani Olmo yang ditepis Thibaut Courtois, namun Fabián Ruiz siap menyambar bola rebound dan membawa Spanyol unggul 1-0. Gol ini seolah menjadi puncak dominasi Spanyol yang sebelumnya nyaris mencetak gol melalui Álex Baena, Mikel Oyarzabal, dan Lamine Yamal.

Belgia Bangkit Lewat Gol Penyeimbang

Namun keunggulan Spanyol tidak bertahan lama. Pada menit ke-40, untuk pertama kalinya dalam turnamen ini, gawang Spanyol kebobolan. Charles De Ketelaere menyundul umpan silang Timothy Castagne setelah kerja sama apik Jérémy Doku dan Kevin De Bruyne. Skor sama kuat 1-1 bertahan hingga turun minum.

Cedera Courtois Jadi Titik Balik Krusial

Babak kedua berjalan sengit. Spanyol terus menekan, namun Courtois tampil gemilang menggagalkan peluang Lamine Yamal dan Oyarzabal. Di sisi lain, Belgia hampir berbalik unggul lewat tembakan Maxim De Cuyper yang hanya mengenai sisi jaring. Namun petaka datang bagi Belgia: Thibaut Courtois harus ditarik keluar karena cedera paha, digantikan Senne Lammens. Kiper muda itu belum sempat beradaptasi ketika Spanyol melancarkan serangan terakhir.

Momen Magis Merino di Menit ke-88

De la Fuente memasukkan Merino pada menit ke-85 saat skor masih 1-1. Hanya butuh waktu 1 menit 56 detik bagi pemain Real Sociedad itu untuk menulis babak baru. Pau Cubarsí melepaskan tembakan jarak jauh, Lammens gagal menangkap bola dengan sempurna, dan Merino yang paling sigap menyambar rebound untuk menjebol gawang. Gol kedelapan puluh delapan itu memastikan Spanyol semi final Piala Dunia hanya dalam dua sentuhan bola. Merino pun melakukan selebrasi khas untuk menghormati ayahnya, Ángel.

Analisis Taktik dan Keputusan Pelatih

  • Rotasi Lini Tengah: Fabián Ruiz bermain impresif dengan satu gol dan kontribusi defensif yang solid.
  • Kegagalan Belgia: Cedera Courtois, Tielemans, dan De Bruyne memangkas daya gedor tim asuhan Domenico Tedesco.
  • Ketajaman Supersub: Merino kini memiliki tiga gol penentu kemenangan di menit akhir turnamen besar—sebuah rekor langka.

Kesimpulan: Spanyol Percaya pada Takdir

Dengan kemenangan ini, Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia tanpa kebobolan lebih dari satu gol sepanjang turnamen. Para pemain dan pelatih merasa bahwa ada unsur takdir setelah dua kemenangan beruntun yang dramatis. Meski Belgia pantas menyesali kehilangan Courtois di momen krusial, sepak bola kembali membuktikan bahwa ketajaman di depan gawang adalah segalanya. Kini, seluruh Negeri Matador menanti siapa lawan selanjutnya di Spanyol semi final Piala Dunia yang sudah di depan mata.