Lamine Yamal Bersinar, Barcelona Pesta Gol di Betis

Lamine Yamal kembali menjadi pusat perhatian saat Barcelona meraih kemenangan besar atas Real Betis di kandang lawan. Pemain muda berusia 19 tahun itu membuka skor pada menit kesembilan lewat gol solo yang memukau, lalu terus menjadi sumber bahaya sepanjang pertandingan. Aksinya bukan hanya membuka jalan bagi pesta gol Barcelona, tetapi juga menegaskan bahwa ia mampu menentukan arah laga melawan lawan sekelas Betis.

Duel ini menjadi ujian pertama Barcelona melawan tim papan atas setelah sebelumnya menghadapi sejumlah lawan di bawah mereka. Betis datang sebagai penghuni posisi ketiga dan belum terkalahkan dalam 15 laga kandang, sehingga pertemuan ini dinilai sebagai tolok ukur sesungguhnya bagi pasukan Hansi Flick. Barcelona tetap terlalu kuat, dan Lamine Yamal menjadi wajah utama dari kemenangan yang memperpanjang rekor sempurna mereka.

Gol Lamine Yamal yang Membuat Betis Terpukau

Gol pembuka lahir dari proses yang nyaris kacau tetapi berakhir dengan sentuhan kelas dunia. Gerard Martín sempat kehilangan sepatu, Rodri turun ke lini belakang, dan bola diputar di sekitar kotak penalti sebelum dikirim ke Lamine Yamal. Umpan luar kaki Lamine membuka ruang, dan setelah menerima bola lagi di area tengah Betis, ia memulai akselerasi yang membuat pertahanan lawan kelimpungan.

Di depan kotak penalti, Lamine menggulirkan bola dengan kaki kiri, menyapu ke arah lain memakai tumit kaki kanan, lalu melepaskan tembakan ke pojok atas gawang. Ia menggambarkan momen ketika penonton berdiri satu per satu sebagai sensasi yang memberi kekuatan batin, seolah ia berubah menjadi Superman atau Spider-Man sementara para bek lawan hanyalah robot. Namun, menurutnya, sebaik apa pun robot diprogram, manusia tetap lebih unggul karena lebih cepat, lebih lincah, dan lebih terinspirasi.

Reaksi di lapangan menunjukkan betapa luar biasanya gol tersebut. Rekan-rekan setim mendekati Lamine sambil tertawa, bukan sekadar merayakan, karena gol itu terasa terlalu bagus untuk dipercaya dan semakin mengesankan karena terjadi berulang. Hansi Flick bahkan memegang kepala Lamine dan menyatakan bangga karena sang pemain tampil fantastis, sementara para pemain lain hanya bisa mengusap dahi dan menahan kagum.

Kekaguman pada Lamine memang bukan hal baru. Sebelum laga, Jorge Valdano mengaku kehabisan kata-kata setelah melihat aksi “hampir rabona” pemain itu di Istanbul, dan ia khawatir jika hal-hal aneh terus terjadi, tidak ada lagi cara untuk menjelaskannya. Jawaban Lamine datang di hari yang sama: ia mencetak gol luar biasa lain untuk membuka jalan kemenangan Barcelona.

Barcelona Lewati Ujian Pertama dengan Drama

Pertandingan tidak berjalan satu arah meski Barcelona menguasai 25 menit pertama. Valentín Gómez menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sebelum Rodri membawa Barcelona kembali unggul 2-1. Di periode itu, Lo Celso sempat melepaskan tembakan spektakuler dari 25 yard, tetapi golnya dianulir karena handball yang terjadi 14 detik sebelumnya, sehingga ketegangan tetap terjaga hingga jeda.

Babak kedua menyajikan rangkaian peristiwa yang sulit dicerna dalam waktu singkat. Hanya berselang 30 detik, Álvaro Valles dan Joan García sama-sama membuat penyelamatan hebat di dua ujung lapangan; 59 detik kemudian gol ketiga tercipta, dan dua menit 59 detik setelahnya Ez Abde memperkecil jarak menjadi 3-2. Pertandingan sempat memanas ketika Lamine Yamal dan Facundo Bernal terlibat dorong-dorongan, lalu Bernal diusir karena menyundul kepala Lamine.

Hansi Flick kemudian melakukan perubahan yang membuat Barcelona kembali menjauh. Eric García mencetak gol keempat, Dani Olmo menambah gol kelima, dan laga pun tuntas dengan kemenangan Barcelona. Betis merasa keputusan wasit merugikan karena gol Lo Celso dinilai seharusnya sah dan gol Gabriel Jesus seharusnya dianulir, sehingga Pellegrini menyebut perasaannya “impoten” dan Fran García mengaku frustrasi, marah, sekaligus lelah.

Rekor Sempurna dan Peringatan Jadwal Berat

Kemenangan ini membuat Barcelona mengoleksi sembilan kemenangan dari sembilan laga liga, sebuah rekor baru di klub. Sebelumnya, rekor start terbaik Barcelona terjadi di era Tata Martino, pelatih yang mungkin masih diingat sebagian penggemar tetapi tidak berhasil mempersembahkan gelar. Flick menyebut catatan itu sebagai hal yang menyenangkan, tetapi menegaskan bahwa target utamanya tetap meraih trofi. Dengan 27 poin, Barcelona memuncaki klasemen, unggul lima poin atas Atletico Madrid dan enam poin atas Real Madrid.

Catatan sempurna itu tetap perlu dibaca dengan konteks yang cermat. Betis adalah tim pertama di papan atas yang dihadapi Barcelona, sementara lawan-lawan sebelumnya kini berada di posisi 19, 18, 17, 16, 15, 14, dan 11. Setelah ini, Barcelona akan menghadapi PSG lalu Real Madrid, dan mereka juga sedang dilanda krisis cedera di lini belakang, sehingga ujian yang lebih berat masih menanti.

Meski begitu, tidak ada tim yang bermain dan mencetak gol seperti Barcelona saat ini. Mereka telah mengumpulkan 39 gol di liga dan 48 gol dalam 11 pertandingan di semua kompetisi, dengan 13 pemain berbeda ikut mencetak gol. Raphinha, pemain yang mengisi posisi striker, menjadi pencetak gol terbanyak, sementara Lamine Yamal menambahkan sembilan gol dan 10 assist.

Lamine Yamal di Pusat Proyek Barcelona

Peran Lamine Yamal dalam proyek Barcelona semakin sentral, terutama setelah ia melalui awal musim yang sempat diragukan. Setelah laga melawan Elche, banyak orang menilai kondisinya belum tepat, tetapi ia memilih tenang karena baru meraih gelar Piala Dunia, belum mendapat jeda, dan mengenal tubuhnya sendiri. Ia yakin akan meledak sedikit demi sedikit, lalu orang-orang yang sama akan menyebutnya yang terbaik. Saat ditarik keluar sebelum menit ke-90, ia mendapat siulan dari tifosi Betis, tetapi Flick menunggunya di pinggir lapangan dan memeluk kepalanya.

Sejak dua laga awal melawan Elche dan Athletic, kontribusi Lamine memang melesat. Ia tercatat selalu mencetak gol atau memberi assist di setiap pertandingan, dengan total sembilan gol dan 10 assist yang sebagian besar lahir dari momen brillian. Pada jeda internasional, ia mencetak gol setelah 104 detik di Wembley, 70 detik di Sevilla, dan 320 detik di Oviedo; di Betis, ia kembali mencetak gol pada menit kesembilan atau sekitar 530 detik setelah kickoff.

Flick menyebut pertandingan ini luar biasa dan layak dinikmati semua pecinta sepak bola. Menurutnya, Lamine adalah pemain terbaik di dunia saat ini, dan gol pertama sang pemain benar-benar sulit dipercaya. Setelah ini, Barcelona akan menghadapi PSG dan Real Madrid, sehingga pertanyaan berikutnya bukan lagi apakah mereka bisa mencetak gol, melainkan apakah mereka mampu menjaga level saat tekanan semakin besar.

Kesimpulan

Kemenangan Barcelona atas Betis menegaskan kualitas tim besutan Hansi Flick sekaligus memperlihatkan kelas Lamine Yamal sebagai pembeda utama. Gol solo pada menit kesembilan, reaksi para pemain, dan pujian Flick menjadi bukti bahwa pemain berusia 19 tahun itu sudah berada di level yang sangat tinggi. Barcelona juga membuktikan bahwa produktivitas gol mereka tidak bergantung pada satu nama, karena 13 pemain berbeda telah mencetak gol musim ini.

Namun, rekor sembilan kemenangan beruntun dan pesta gol atas Betis bukan berarti perjalanan Barcelona akan mudah. PSG dan Real Madrid menanti, sementara krisis cedera di lini belakang menjadi risiko yang harus dikelola. Jika Lamine Yamal terus tampil seperti ini, Barcelona punya alasan kuat untuk percaya bahwa musim ini bisa berakhir berbeda.