Babak Pertama: Inggris Kesulitan Hadapi Perlawanan Panama
Timnas Inggris akhirnya memastikan tiket ke babak gugur Piala Dunia setelah meraih kemenangan Inggris atas Panama dengan skor 2-0 di pertandingan pamungkas Grup L. Meski menang, performa yang ditampilkan masih jauh dari kata meyakinkan. Banyak penggemar yang khawatir Inggris tidak akan mampu bersaing dengan tim-tim besar di fase knock-out jika terus bermain seperti ini.
Manajer Thomas Tuchel sebelumnya ingin mengembalikan momentum setelah hasil imbang yang membosankan melawan Ghana. Namun, selama 45 menit pertama, Inggris justru tampil lamban dan mudah ditebak. Panama yang bermain dengan formasi 5-4-1 tidak sekadar bertahan dalam-dalam. Mereka kerap menekan dan sesekali melancarkan serangan balik yang merepotkan.
Babak Kedua: Bellingham dan Kane Beri Kelegaan
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Dari sebuah tendangan sudut Bukayo Saka, Jude Bellingham muncul sebagai pahlawan. Ia melepaskan voli rendah terarah yang tidak mampu dihalau kiper Panama, Orlando Mosquera. Gol ini menjadi titik balik yang memberi kepercayaan diri bagi Inggris, meski Tuchel sendiri tampak tidak merayakannya dengan penuh semangat.
Duet Dua Bintang Real Madrid
Setelah gol pertama, Inggris mulai lebih berani dan agresif. Bellingham yang tengah dalam performa terbaiknya kembali menjadi motor serangan. Ia menggiring bola dari sisi kiri dalam, melewati beberapa pemain, lalu melepaskan umpan silang matang yang langsung disambut oleh sundulan Harry Kane. Gol kedua itu sekaligus menjadi gol ke-11 Kane di Piala Dunia, mengalahkan rekor Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah turnamen ini.
Berkat kemenangan Inggris atas Panama ini, Tim Tiga Singa memuncaki klasemen Grup L dan akan menghadapi Republik Demokratik Kongo di Atlanta pada laga 16 besar.
Analisis Performa: Masih Banyak Pekerjaan Rumah
Meski menang, penampilan Inggris menyisakan banyak pertanyaan. Lini belakang terlalu mudah ditembus, terutama dari sisi kanan yang ditempati Jarell Quansah. Panama sebenarnya memiliki peluang emas lewat Jose Luis Rodriguez yang memaksa Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang. Ketika Inggris lengah, bek sayap sering tertinggal dan menyisakan ruang kosong.
Tuchel melakukan beberapa pergantian, termasuk memasukkan Djed Spence untuk Quansah dan nyaris menarik Saka sebelum gol Bellingham tercipta. Madueke pun siap masuk, tapi Tuchel menahan diri hingga gol tercipta. Keputusan itu terbukti tepat karena Saka-lah yang memberikan assist untuk gol pembuka.
Secara keseluruhan, Inggris masih kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Serangan mereka terlalu bergantung pada sisi sayap, dan ketika Panama rapat berjajar, tidak ada pemain yang mampu menusuk dari tengah. Morgan Rogers yang berperan sebagai nomor 10 belum memberikan dampak signifikan.
Kesimpulan: fase Grup Tuntas, Tantangan Semakin Berat
Setelah laga ini, suporter Inggris menyanyikan “Wonderwall” sebagai penutup, namun suasananya tidak terlalu meriah. Mereka sadar tim kesayangan belum tampil mengkilap. Namun, yang terpenting adalah misi pertama selesai: kemenangan Inggris atas Panama memastikan langkah ke babak gugur.
Panama patut diacungi jempol. Meskipun pulang tanpa poin dan belum pernah meraih angka dalam dua edisi Piala Dunia, mereka menunjukkan peningkatan signifikan di bawah asuhan Thomas Christiansen. Sang lawan bermain dengan disiplin dan hampir saja mengecewakan Inggris.
Bagi Tuchel, evaluasi total harus segera dilakukan. Inggris akan menghadapi lawan yang jauh lebih kuat di fase knockout. Sentuhan terakhir di depan gawang dan soliditas pertahanan menjadi prioritas utama. Jika tidak segera berbenah, impian juara dunia bisa sirna dalam sekejap.
