Nasib Tragis Inggris Berulang Lagi
Impian Inggris untuk melaju ke final Piala Dunia kembali kandas dengan cara yang menyakitkan. Tim asuhan Thomas Tuchel harus mengakui keunggulan Argentina setelah unggul lebih dulu di babak kedua. Drama dua gol di menit akhir menjadi pukulan telak yang sulit dilupakan.
Dalam laga semifinal Piala Dunia yang sarat gengsi, Argentina Inggris menyajikan pertarungan sengit sejak menit awal. Inggris sempat memimpin lewat gol Anthony Gordon, namun Argentina bangkit dan membalikkan keadaan secara luar biasa.
Babak Pertama: Perang Fisik Tanpa Gol
Babak pertama berlangsung ketat dengan duel fisik yang keras. Statistik menunjukkan peluang sangat minim: expected goals Inggris hanya 0,05 dan Argentina 0,03. Upaya pertama ke gawang baru terjadi pada menit ke-33 saat John Stones menyundul bola melebar dari tendangan bebas Declan Rice.
Lionel Messi beberapa kali merepotkan pertahanan Inggris, terutama saat melewati Djed Spence dan Harry Kane. Namun, Elliot Anderson menghentikannya dengan tekel taktis yang berbuah kartu kuning. Insiden itu menjadi gambaran betapa tegangnya laga Argentina Inggris semifinal Piala Dunia kali ini.
Gordon Membawa Inggris Mimpi
Setelah bertahan lama di bawah tekanan, Inggris akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-55. Morgan Rogers, yang ditempatkan Tuchel di sayap kanan, memberikan umpan silang cantik. Anthony Gordon memanfaatkan posisinya untuk menaklukkan Nahuel Molina dan mencetak gol dingin dari jarak dekat.
Gol tersebut membuat pendukung Inggris berharap. Djed Spence tampil tanpa rasa takut, bahkan melakukan tekel penyelamatan terhadap Giuliano Simeone yang disambut selebrasi seperti gol. Namun, momentum berubah setelah Argentina mulai mengambil alih kendali permainan.
Perubahan Taktik Tuchel yang Bikin Bumerang
Pada 20 menit terakhir, Tuchel memutuskan mengubah formasi menjadi lima pemain bertahan dengan memasukkan Ezri Konsa menggantikan Gordon. Strategi ini pernah berhasil saat melawan Meksiko, tapi kali ini justru menjadi bumerang. Argentina semakin agresif menekan pertahanan Inggris.
Alexis Mac Allister sempat membentur tiang gawang dua kali. Namun pada menit ke-86, gol penyama akhirnya datang. Enzo Fernández melepaskan tembakan keras setelah Argentina memanfaatkan sepak pojok pendek. Inggris semakin terpuruk saat Lautaro Martínez mencetak gol sundulan tak terkawal memanfaatkan umpan silang Messi. Pertandingan Argentina Inggris berakhir dengan skor 2-1 untuk Argentina.
Argentina Lolos ke Final, Inggris Pulang dengan Penyesalan
Kemenangan ini membawa Argentina bertemu Spanyol di final. Sementara itu, Inggris harus menerima kenyataan pahit. Sepanjang turnamen, performa Inggris memang belum meyakinkan meski hasil sebelumnya cukup baik. Kreasi serangan mereka minim, dan saat pertahanan diuji, mereka gagal bertahan.
Bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia, laga Argentina Inggris semifinal Piala Dunia ini akan dikenang sebagai salah satu drama paling epik. Argentina membuktikan bahwa mereka sulit dikalahkan berkat kegigihan dan mental juara. Inggris, sekali lagi, menjadi korban dari nasib buruk yang terus menghantui mereka di turnamen besar.
Kesimpulannya, Argentina layak melaju ke final. Mereka tidak menyerah meski tertinggal dan menunjukkan kualitas juara. Inggris bisa menyesali perubahan taktik yang terlalu defensif, namun kisah klasik “football not coming home” kembali terulang.
