Tottenham Hotspur meraih kemenangan telak 5-1 atas Charlton Athletic di ajang Carabao Cup, dengan gol debut Sávio menjadi puncak dari malam yang nyaris sempurna. Rekrutan anyar seharga £75 juta dari Manchester City itu mencetak gol hanya 11 menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Laga yang digelar di kandang Tottenham itu juga menjadi panggung kebangkitan Spurs setelah awal musim yang buruk.
Kemenangan ini terasa sangat berarti bagi Spurs yang sedang tertekan. Pasukan Roberto De Zerbi baru saja menelan kekalahan memalukan 0-3 dari Brentford, dan hasil positif ini menjadi penawar yang mereka butuhkan. Apalagi musim lalu Tottenham hanya meraih empat kemenangan kandang melawan tim domestik, tiga di antaranya terjadi di Premier League dengan kemenangan atas Everton di hari terakhir yang menyelamatkan mereka dari degradasi.
Jalannya Pertandingan: Dari Kebuntuan Menuju Pesta Gol
Untuk waktu yang cukup lama, laga ini tampak akan menjadi milik Mikey Moore. Pemain berusia 19 tahun asuhan akademi Spurs itu memecah kebuntuan dengan tendangan keras dari tepi kotak penalti yang membuat gawang Charlton bergetar. Kemurnian tembakan kaki kirinya menjadi kunci, dan stadion langsung memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghormatan.
Sebelum gol itu tercipta, Tottenham sebenarnya kesulitan menembus pertahanan rapat tim tamu. Peluang pertama baru hadir ketika tembakan Dominic Solanke diblok, dan Archie Gray melepaskan tembakan rebound yang masih bisa diamankan kiper Tiernan Brooks. Bahkan, Charlton nyaris unggul lebih dulu lewat tembakan Greg Docherty yang ditepis Antonin Kinsky, serta sundulan Nathan Asiimwe yang masih melenceng tipis dari sasaran.
Setelah gol pertama hadir, Spurs meningkatkan tempo permainan secara signifikan. Mateus Fernandes tampil impresif di lini tengah, sementara Solanke akhirnya memperlebar keunggulan dengan penyelesaian klinis ke pojok gawang. Gol itu bermula dari bola liar di kotak penalti akibat keraguan bek Charlton dalam menyapu bola, dan Solanke tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Di babak kedua, Tottenham semakin menggila. Kevin Danso yang masuk sebagai pemain pengganti langsung mencetak gol dengan sundulan pada sentuhan pertamanya, memanfaatkan tendangan bebas Fernandes. Namun, dalam proses mencetak gol tersebut, ia sempat berbenturan dengan pemain pengganti Charlton, Danny McNamara, dan mengalami luka yang membutuhkan perawatan. Sávio yang sudah siap masuk harus bersabar menunggu hingga Danso selesai ditangani.
Gol Debut Sávio, Kilatan yang Mengubah Laga
Momen yang paling dinanti akhirnya tiba ketika Roberto De Zerbi memasukkan Sávio untuk debutnya di laga ini. Penyerang sayap asal Brasil itu langsung membuktikan nilai transfernya dengan gol debut yang memukau hanya 11 menit setelah masuk lapangan. Gol itu tercipta setelah ia meliuk dari sisi kanan, melewati pemain bertahan yang tampak dekat namun tak mampu menjangkaunya, sebelum melepaskan tembakan rendah yang melesat deras ke pojok dekat gawang.
Tidak berhenti di situ, Sávio kembali menjadi mimpi buruk pertahanan Charlton pada serangan berikutnya. Ia menusuk dari sisi kanan, memotong ke dalam, dan melewati lawan-lawannya dengan tenang sebelum melepaskan tembakan yang justru mengenai rekan setimnya, Ben Davies, dan masuk ke gawang. Gol tersebut akhirnya dicatatkan atas nama Davies, yang mengaku sama sekali tidak keberatan dengan kejadian itu.
De Zerbi menyebut malam itu sebagai hari yang sempurna bagi Sávio dan langsung memberikan tantangan besar kepada pemain anyarnya tersebut. “Saya ingin dia mencetak 10 hingga 12 gol sebelum akhir musim,” tegas sang manajer. Target itu terasa realistis mengingat penampilan impresif yang ia tunjukkan hanya dalam beberapa menit di lapangan.
Kemenangan yang Sangat Dibutuhkan Spurs
Awal musim Tottenham berjalan sangat buruk. Kekalahan telak 0-3 dari Brentford di laga pembuka menjadi pukulan berat, dan tanpa sepak bola Eropa musim ini, perjalanan yang baik di kompetisi domestik menjadi prioritas utama. Kemenangan ini menjadi langkah pertama untuk memulai proses pembersihan setelah performa mengecewakan akhir pekan lalu.
Bahkan, musim lalu Spurs hanya mengoleksi empat kemenangan kandang melawan tim domestik. Tiga di antaranya terjadi di Premier League, termasuk kemenangan atas Everton pada hari terakhir yang menyelamatkan mereka dari degradasi. Andai kalah di laga tersebut, pertandingan Carabao Cup melawan Charlton ini akan dimainkan sebagai tim Championship, bukan Premier League.
Menariknya, laga ini juga menjadi ajang kembalinya sejumlah pemain penting. Destiny Udogie, Rodrigo Bentancur, Mateus Fernandes, dan Solanke yang hanya duduk di bangku cadangan saat melawan Brentford langsung dipasang sebagai starter. Sementara itu, Pedro Porro dan Micky van de Ven juga akhirnya mendapatkan menit bermain setelah melewatkan pramusim dan tidak tampil melawan Brentford.
Namun, Marcos Senesi dan Sandro Tonali tidak masuk dalam skuad pada laga ini. Keduanya diharapkan sudah siap tampil saat Tottenham menjamu Newcastle di akhir pekan nanti. Kehadiran mereka akan menambah kekuatan tim di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Mikey Moore, Bintang Muda di Tengah Sorotan
Mikey Moore berhasil mencuri perhatian pada awal laga dengan gol pembuka yang spektakuler. Berawal dari pergerakannya masuk ke dalam dari sisi kanan, pemain muda itu melepaskan tendangan kaki kiri yang begitu manis hingga bola menghujam tajam melewati jangkauan kiper. Pemain Charlton yang paling dekat dengannya, Millenic Alli, bahkan sempat tergelincir sebelum tembakan itu dilepaskan.
Moore sendiri baru memiliki satu gol sebelumnya untuk Spurs, yakni ke gawang Elfsborg di Liga Europa pada Januari 2025. Setelah pertandingan tersebut, rekan setimnya James Maddison sempat membandingkannya dengan Neymar. Meski lintasan kariernya tidak setajam yang dibayangkan banyak orang, Moore tetap menjadi talenta muda yang menjanjikan di usianya yang masih 19 tahun.
Pada babak kedua, Moore jelas ingin melakukan lebih banyak hal. Ia tampil percaya diri dengan menggiring bola, sesekali memperlihatkan skill indah dan lari menusuk yang membuat penonton tuan rumah memberi penghormatan. Menariknya, ia disebut-sebut menjadi target peminjaman FC Köln menjelang penutupan bursa transfer, dan De Zerbi mengakui pemain ini membutuhkan menit bermain reguler untuk berkembang.
Liverpool di Anfield: Ujian Besar Berikutnya
Kemenangan ini mengantarkan Tottenham ke putaran berikutnya, dan lawan yang menanti sangat berat, yakni Liverpool di Anfield. Meski demikian, De Zerbi menegaskan timnya tidak gentar menghadapi laga tersebut. “Ini laga yang hebat,” ujarnya. “Jika kami ingin memenangkan kompetisi ini, kami harus bisa memenangkan pertandingan seperti ini.”
Sikap berani itu mencerminkan mentalitas yang ingin dibangun sang manajer di tengah musim yang penuh tantangan. Dengan skuad yang mulai pulih dan Sávio yang tampil menjanjikan, Spurs memiliki modal untuk bersaing di kompetisi ini. Namun, konsistensi tetap menjadi kata kunci bagi klub yang musim lalu nyaris terdegradasi ke Championship.
Adapun Charlton, pelatih Nathan Jones sangat kecewa dengan hasil ini. “Benar-benar sebuah bencana,” katanya menyesali kekalahan tersebut. “Ini pertandingan yang sebenarnya tidak kami butuhkan.” Jones melakukan rotasi besar-besaran dengan mengganti 10 pemain dari susunan yang tampil saat mengalahkan West Ham, dan hasilnya timnya tampil kewalahan. Hiburan kecil bagi Charlton datang lewat gol Lloyd Jones yang menyundul bola dari sepak pojok di penghujung laga.
Malam di kandang Tottenham itu meninggalkan banyak cerita positif bagi tuan rumah. Ada gol debut Sávio yang menggiurkan, kembalinya para pemain inti, serta kepercayaan diri yang kembali tumbuh setelah awal musim yang buruk. Meskipun tugas berat melawan Liverpool sudah menanti, Spurs kini tahu bahwa mereka memiliki senjata baru yang siap memberikan kejutan.
Bagi Sávio, ini baru permulaan. Tantangan 10 hingga 12 gol dari De Zerbi akan menjadi tolak ukur adaptasinya di sepak bola Inggris. Jika penampilan debutnya menjadi indikasi, para penggemar Tottenham berhak bermimpi sedikit lebih besar pada musim ini.
