Spanyol Juara Piala Dunia, Gaza Rayakan dengan Bendera Palestina

Kemenangan tim nasional Spanyol di Piala Dunia 2024 disambut meriah oleh warga Gaza. Bukan tanpa alasan—dukungan Spanyol terhadap hak-hak Palestina dan sikap Israel yang mendukung Argentina telah menjadikan turnamen ini lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Momen saat Spanyol juara Piala Dunia menjadi simbol solidaritas global yang terasa sangat personal bagi masyarakat Gaza yang hidup dalam tekanan perang.

Di berbagai kafe dan layar luar ruangan, warga Palestina nekat mengabaikan risiko serangan Israel demi menyemarakkan kemenangan tim yang telah mereka anggap sebagai milik sendiri. Banyak yang mengibarkan bendera Spanyol sembari memberi penghormatan kepada bintang remaja Lamine Yamal, yang sebelumnya membawa bendera Palestina dalam perayaan kemenangan La Liga Barcelona pada Mei lalu.

Dukungan yang Berbalas Solidaritas

“Siapa yang mengibarkan bendera Palestina, pantas mengangkat Piala Dunia,” demikian pesan video pra-pertandingan dari tim sepak bola amputasi Gaza al-Irada untuk tim Spanyol. Saadi al-Masri, kapten tim tersebut yang berusia 40 tahun, menonton pertandingan bersama teman-temannya di sebuah kafe. “Saya mendukung Spanyol karena kami melihat negara itu berdiri di sisi perjuangan Palestina dan mendukung hak-hak rakyat Palestina,” ujarnya.

Spanyol dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal di Eropa terhadap perang Israel di Gaza dan kekerasan yang didukung negara di Tepi Barat yang diduduki. Negara itu terus mendorong tindakan Uni Eropa yang lebih tegas terkait pelanggaran hak asasi manusia, termasuk penangguhan perjanjian perdagangan bebas yang luas.

Lamine Yamal dan Kontroversi Bendera

Ketika Menteri Pertahanan Israel menyerang Yamal karena mengibarkan bendera Palestina, menuduhnya “menghasut kebencian”, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez langsung membela pemain muda itu. “Lamine hanya mengekspresikan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan orang di Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya,” tulis Sánchez dalam unggahan media sosial. Insiden ini makin memperkuat ikatan emosional warga Gaza terhadap Spanyol juara Piala Dunia—bagi mereka, kemenangan itu adalah kemenangan nilai-nilai kemanusiaan.

Dukungan Israel untuk Argentina

Sementara itu, dukungan Israel terhadap Argentina dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menjalin hubungan dekat dengan presiden sayap kanan Javier Milei. Netanyahu bahkan mengirim pesan ucapan sukses untuk tim Argentina menjelang final. Sebagai tanggapan, delegasi Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa membagikan gambar tim Spanyol dengan judul “juara dunia”.

Kesulitan Warga Gaza Menonton Piala Dunia

Bahkan penggemar setia di Gaza kesulitan mengikuti pertandingan selama Piala Dunia berlangsung. Sebagian besar dari 2 juta warga Palestina di wilayah itu tinggal di tenda-tenda pengungsian setelah serangan Israel menghancurkan rumah-rumah mereka. Akses listrik dan koneksi internet sangat terbatas.

Arkan al-Walaida, 23 tahun, harus pergi ke kafe internet setiap pagi untuk mencari cuplikan pertandingan, menonton video pendek di TikTok atau kanal YouTube dan Instagram resmi FIFA. Saat mengetahui Spanyol menang pada Senin lalu, ia merasa sangat terharu. “Jujur, saya hampir menangis karena bahagia. Kami melihat dukungan mereka sebagai tanda kemanusiaan,” katanya.

Al-Masri menonton pertandingan di sebuah kafe yang penuh dengan kerumunan yang bersemangat. “Kami sangat bahagia ketika peluit akhir memastikan kemenangan Spanyol,” katanya. Namun ketakutan akan serangan udara Israel membuat tidak ada pesta larut malam.

Insiden Tragis di Tengah Euforia

Pada awal Juli, sebuah bom Israel menewaskan Mohamed al-Wahidi, seorang pekerja kemanusiaan Palestina yang mengorganisir pemutaran pertandingan Piala Dunia di Gaza. Serangan yang terjadi sesaat sebelum pertandingan antara Mesir dan Argentina itu juga menewaskan dua saudara kandung berusia 8 dan 10 tahun, serta seorang pria lain. Militer Israel membenarkan serangan tersebut namun menyatakan tidak menargetkan al-Wahidi.

Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Kemenangan Spanyol di Piala Dunia telah menjadi cermin solidaritas global yang jarang terjadi. Bagi warga Gaza, Spanyol juara Piala Dunia bukan sekadar hasil olahraga—ini adalah pengakuan atas perjuangan mereka, secercah harapan di tengah kehancuran. Sepak bola, dalam konteks ini, menjelma menjadi bahasa universal yang menghubungkan rasa kemanusiaan lintas batas negara dan ideologi.