Hat-trick Bukayo Saka Bawa Inggris Kalahkan Prancis 6-4 di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia

Pertandingan Sengit di Miami

Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia antara Inggris dan Prancis berakhir dengan skor luar biasa 6-4. Laga yang berlangsung di Miami ini menjadi salah satu pertandingan paling menghibur sepanjang turnamen. Bukayo Saka menjadi bintang utama setelah mencetak hat-trick, termasuk gol penalti di menit akhir, yang memastikan Inggris finis di posisi ketiga untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Thomas Tuchel, yang sebelumnya dikritik setelah kekalahan semifinal dari Argentina, melakukan tujuh perubahan dari tim sebelumnya. Meskipun mendapat cemoohan dari sebagian suporter saat namanya diumumkan, pelatih asal Jerman itu berhasil membawa timnya bangkit dengan performa ofensif yang memukau. Di sisi lain, ini adalah pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis setelah 14 tahun menjabat.

Babak Pertama: Dominasi Inggris yang Menakjubkan

Prancis tampak masih terpukul setelah kekalahan semifinal. Inggris langsung mengambil keuntungan di menit ketiga ketika Declan Rice memanfaatkan umpan ceroboh Désiré Doué dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau Mike Maignan. Bukayo Saka kemudian menggandakan keunggulan, meskipun gol pertamanya sempat dianulir karena offside.

Ezri Konsa menambah keunggulan dengan sundulan dari sepak pojok Rice. Marcus Rashford nyaris mencetak gol spektakuler setelah mempermalukan Warren Zaïre-Emery dengan nutmeg, namun Maignan masih bisa menyelamatkan. Di sisi lain, Dean Henderson tampil gemilang menggagalkan peluang Kylian Mbappé. Serangan balik cepat Inggris berujung pada gol ketiga yang sempat kocak ketika Rashford dan Saka bergantian mencoba mencetak gol sebelum akhirnya Saka berhasil. Gol keempat hadir di masa injury time babak pertama lewat assist Eberechi Eze kepada Saka. Skor 4-0 untuk Inggris membuat para pemain Prancis terpana.

Babak Kedua: Kebangkitan Prancis dan Hat-trick Saka

Deschamps merespons dengan empat pergantian pemain saat turun minum, termasuk memasukkan Ousmane Dembélé dan Bradley Barcola. Hasilnya langsung terlihat tiga menit setelah babak kedua dimulai. Mbappé menyelesaikan umpan terobosan Michael Olise setelah Ollie Watkins kehilangan bola. Barcola kemudian memperkecil kedudukan menjadi 4-2, sebelum Mbappé mencetak gol keduanya setelah bertukar umpan dengan Olise di tepi kotak penalti Inggris. Skor berubah 4-3 dan Inggris mulai goyah.

Michael Olise nyaris memaksa perpanjangan waktu, namun tembakannya meleset. Tuchel kemudian memasukkan Jude Bellingham dan Elliot Anderson dari bangku cadangan. Bellingham langsung memberikan dampak dengan gol ketujuhnya di turnamen ini. Saka, yang tidak dimainkan saat semifinal melawan Argentina, melengkapi hat-tricknya lewat penalti di menit akhir. Dembélé sempat mencetak satu gol lagi untuk Prancis, tetapi terlalu sedikit untuk menyelamatkan mereka. Pertandingan berakhir 6-4 dan layak disebut sebagai laga terbaik turnamen.

Dampak dan Makna Kemenangan Inggris

Kemenangan ini menjadi obat penawar bagi Inggris setelah kekalahan pahit dari Argentina. Untuk pertama kalinya, Inggris berhasil meraih medali perunggu Piala Dunia. Para pemain mendapat sambutan hangat dari suporter saat menerima medali, menandakan bahwa perjuangan mereka selama lima pekan terakhir dihargai penuh.

Bagi Mbappé, dua golnya membuatnya menjadi pemain pertama sejak Gerd Müller pada 1970 yang mencetak dua digit gol dalam satu edisi Piala Dunia. Pemain Real Madrid itu juga berusaha keras untuk memberikan kemenangan perpisahan bagi Deschamps. Namun, ketangguhan Inggris—terutama hat-trick Saka—menjadi cerita utama. Dengan kontrak Tuchel yang diperpanjang sebelum turnamen dan target menuju Euro 2028 di kandang sendiri, kemenangan ini menjadi modal berharga bagi The Three Lions.