Paris Saint-Germain (PSG) sukses merebut gelar juara Super Cup setelah menaklukkan Aston Villa dalam pertandingan penuh drama di Salzburg. Gol kemenangan Les Parisiens dicetak oleh Désiré Doué, sementara Brian Madjo menorehkan sejarah sebagai pencetak gol termuda di ajang ini. Kemenangan tipis itu sekaligus menegaskan dominasi PSG di kancah Eropa.
Laga ini menjadi ujian menarik bagi kedua tim. Aston Villa tidak tampil gentar, bahkan sempat menyamakan kedudukan dan nyaris memaksa adu penalti. Namun pengalaman PSG dalam laga-laga besar kembali menjadi pembeda, dan kini pertanyaan besarnya adalah apakah mereka mampu menambah koleksi trofi Liga Champions untuk ketiga kalinya beruntun.
PSG Juara Super Cup Usai Menang Dramatis atas Aston Villa
Pertandingan di Salzburg berjalan sengit sejak menit awal. PSG membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui Khvicha Kvaratskhelia, yang memanfaatkan bola liar hasil rebutan Vitinha setelah kontrol Brian Madjo kurang sempurna. Kvaratskhelia lalu memotong masuk melewati Matty Cash dan melepaskan tembakan keras ke tiang dekat Marco Bizot. Enam menit kemudian, PSG nyaris menggandakan keunggulan, tetapi umpan silang Nuno Mendes dari sisi kiri gagal dimanfaatkan Maghnes Akliouche dan rekan-rekannya.
Madjo sempat membuang sejumlah peluang sebelum akhirnya menyamakan skor menjelang turun minum. Penyerang berusia 17 tahun itu menyambut umpan silang John McGinn dengan voli menyamping yang meluncur deras ke atap gawang Matvey Safonov. Sebelum gol itu, Madjo juga sempat melihat tayangan ulang sundulannya yang meleset di layar stadion, lalu gagal mencetak gol dari dua kesempatan lain. Namun pada momen krusial, ia tampil tenang dan mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah kompetisi.
PSG kembali unggul tepat setelah satu jam pertandingan. Ousmane Dembélé yang masuk pada babak kedua memberikan umpan terobosan ke sisi kanan yang membuka pertahanan Aston Villa. Gol Doué sempat dianulir setelah Ian Maatsen dan Pau Torres mengangkat tangan, tetapi tinjauan VAR dan teknologi semi-automated offside menunjukkan bahwa Matty Cash berada dalam posisi yang membuat Doué tetap onside. Wasit asal Somalia, Omar Artan, yang ditunjuk UEFA setelah sempat ditolak masuk Amerika Serikat untuk memimpin Piala Dunia, akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Brian Madjo Cetak Sejarah di Debut Penuh Bersama Aston Villa
Penampilan Madjo menjadi sorotan utama dari kubu Aston Villa. Pemain yang direkrut dari Metz dengan nilai sekitar 10 juta pound pada Januari lalu itu baru bisa menjalani laga kompetitif pertamanya setelah Villa memenangkan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). FIFA sebelumnya melarangnya bermain, tetapi keputusan itu akhirnya dibatalkan sehingga Madjo bebas memperkuat timnya di musim ini.
Sejak pramusim, Madjo sudah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol ke gawang Walsall, Real Sociedad, dan Indonesia All Stars. Dalam daftar pencetak gol terbanyak pramusim, hanya João Pedro dari Chelsea yang mampu melampaui catatannya di antara pemain Premier League. Debut penuhnya melawan PSG berjalan impresif: ia merepotkan bek sekaliber Willian Pacho dan Marquinhos, dua nama yang dikenal sebagai salah satu bek terbaik dunia.
Kehadiran Madjo juga semakin menekan posisi Tammy Abraham. Striker yang dibeli Aston Villa seharga 18,25 juta pound tujuh bulan lalu itu belum mampu memenuhi ekspektasi. Madjo justru tampil menonjol di panggung besar pertamanya, memberi sinyal bahwa persaingan di lini depan Villa akan semakin ketat musim ini.
Dampak Hasil Ini bagi Aston Villa dan PSG
Meski harus pulang dengan kekalahan, Aston Villa punya banyak alasan untuk optimistis. Mereka bermain berani dan hampir membawa laga ke adu penalti andai Warren Zaïre-Emery tidak melakukan blok luar biasa terhadap tembakan João Gomes. Emi Buendía juga menyia-nyiakan peluang emas dengan sundulan yang melebar di masa injury time. Villa membuktikan bahwa mereka layak bersaing dengan tim papan atas Eropa.
Unai Emery sebelumnya mengingatkan bahwa timnya belum berada di kondisi terbaik. Sejumlah pilar seperti Emiliano Martínez, Ezri Konsa, dan Ollie Watkins masih menjalani liburan, sementara Boubacar Kamara baru kembali menjadi starter untuk pertama kalinya sejak cedera lutut serius yang dialaminya pada Januari. Meski demikian, Emery merasa bangga dengan performa anak asuhnya dan yakin timnya akan semakin baik.
Di sisi lain, PSG kembali menunjukkan mentalitas juara yang ditanamkan Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol itu dikenal selalu ingin menang dalam segala hal, baik di lapangan sepak bola, saat bermain tenis, padel, maupun permainan papan parchis. Filosofi itu tampak jelas dalam cara PSG mengendalikan momen-momen krusial pertandingan, termasuk saat menghadapi tekanan Villa di menit-menit akhir.
Konteks Lebih Luas: Ambisi PSG dan Masa Depan Villa
Bagi PSG, gelar ini menjadi awal yang sempurna setelah dua musim beruntun menjuarai Liga Champions lewat partai final di Munich dan Budapest. Kini muncul pertanyaan apakah mereka mampu mewujudkan three-peat di Madrid pada bulan Mei. Melihat kedalaman skuad dan mentalitas yang ditunjukkan di Super Cup, peluang itu jelas terbuka lebar.
Aston Villa sendiri tidak tinggal diam di bursa transfer. Mereka dikabarkan tengah memfinalisasi kesepakatan untuk João Palhinha dari Bayern Munich, sementara bek kiri Atlético Madrid, Matteo Ruggeri, dijadwalkan menjalani tes medis dalam 48 jam ke depan. Emery mengatakan bahwa beberapa perubahan tetap diperlukan, tetapi ia percaya diri menghadapi musim ini.
Dengan tambahan pemain baru dan kembalinya sejumlah pilar, Villa diprediksi akan tampil lebih kompetitif. John McGinn sendiri telah mengisyaratkan bahwa timnya akan membungkam kritik, dan performa melawan PSG bisa menjadi modal penting untuk membuktikan hal itu. Adapun PSG, kemenangan ini menegaskan bahwa mereka tetap menjadi tim yang harus dikalahkan di kompetisi Eropa musim ini.
Secara keseluruhan, Super Cup ini menghadirkan pertandingan kelas Eropa yang atraktif dan penuh semangat juang. PSG pulang dengan trofi, tetapi Aston Villa pulang dengan kepercayaan diri yang tidak kalah berharga. Musim depan akan menjadi panggung bagi keduanya untuk membuktikan bahwa performa mereka di laga ini hanyalah permulaan dari persaingan yang lebih sengit.
