Tuchel Tegaskan Loyalitasnya untuk Inggris Euro 2028
Thomas Tuchel menyatakan dirinya “100%” berkomitmen untuk memimpin Timnas Inggris menuju Euro 2028. Pernyataan ini muncul setelah kekalahan semifinal Piala Dunia yang menyakitkan. Pelatih asal Jerman itu mengaku masih percaya pada potensi tim dan yakin bisa menemukan level tambahan untuk meraih gelar juara.
Kekalahan 2-1 dari Argentina di Atlanta pada Rabu lalu menuai kritik. Keputusan Tuchel mengubah formasi menjadi lima bek saat unggul 1-0 dianggap gagal. Namun, ia menegaskan bahwa masalah utamanya bukan pada sistem, melainkan sikap pasif pemain setelah gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Tuchel menyesali ketidakmampuan Inggris menguasai bola dan mengontrol permainan, yang menurutnya bukan DNA tim.
Kritik Tuchel Terkait Pasivitas dan DNA Tim
Dalam sesi wawancara pasca-pertandingan, Tuchel menjelaskan bahwa rotasi terjadi setelah gol Gordon. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengganti gelandang bertahan Leandro Paredes dengan winger Nico González dan beralih ke formasi 4-2-4. Scaloni kemudian memasukkan striker Lautaro Martínez yang menjadi pencetak gol kemenangan di masa injury time. Selama periode tersebut, Inggris hanya memiliki 12% penguasaan bola.
“Kami menjadi terlalu pasif dalam struktur permainan,” ujar Tuchel. “Saya mencoba membantu dengan formasi lima bek agar lebih aktif keluar menekan sayap lawan, tapi kami kesulitan. Kami tidak bisa memenangkan duel dan terus terdesak. Umpan silang lawan sangat akurat.” Ia menambahkan, “Mungkin tidak dalam DNA kami seperti Spanyol, Argentina, atau Brasil untuk mengambil bola dan mengontrol permainan.”
Dukungan FA dan Tantangan Logistik
Meski mendapat kritik, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tetap mendukung Tuchel. Direktur Eksekutif FA, Mark Bullingham, menyampaikan apresiasi atas perjuangan tim. “Sungguh memilukan hampir meraihnya. Para pemain dan Thomas telah memberikan segalanya,” katanya. FA juga mencatat bahwa turnamen kali ini lebih berat dibanding era Gareth Southgate, dengan grup berisi Kroasia dan Ghana, serta perjalanan melelahkan meliputi 13 penerbangan dan kondisi panas.
Tuchel menandatangani perpanjangan kontrak pada Februari lalu yang mencakup kampanye Euro 2028. Ketika ditanya apakah ia ingin melanjutkan, ia menjawab tegas: “Ya, 100%. Masih banyak yang perlu ditingkatkan dan saya sangat senang melakukannya. Saya menikmati setiap hari di Piala Dunia ini.” Ia juga melihat adanya kesenjangan antara performa latihan dan pertandingan, dan yakin tim bisa naik level untuk meraih gelar besar.
Harapan Baru di Euro 2028 yang Lebih Sederhana
FA berharap Euro 2028, yang akan menjadi tuan rumah bersama Inggris, dapat berjalan lebih mulus dari segi logistik dan perjalanan. Turnamen Eropa dianggap lebih sederhana dibanding Piala Dunia yang melibatkan perpindahan antar benua dan kondisi cuaca ekstrem. Tuchel pun optimistis bisa membawa Inggris ke level berikutnya di kompetisi tersebut.
Kesimpulan
Kekalahan semifinal Piala Dunia tidak menggoyahkan keyakinan Tuchel untuk memimpin Inggris. Dengan dukungan penuh FA dan pengalaman dari turnamen sebelumnya, ia bertekad membawa tim meraih trofi di Euro 2028. Komitmen 100% ini menjadi sinyal bahwa proyek Tuchel di Inggris masih panjang dan penuh ambisi.
