26 Kenangan Tak Terlupakan dari Piala Dunia 2026: Haaland hingga Kontroversi VAR

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menyajikan begitu banyak cerita menarik. Mulai dari gol bersejarah negara kecil, aksi superstar, hingga kontroversi VAR yang memanas. Berikut 26 kenangan yang mewarnai turnamen sepak bola terbesar sepanjang masa ini.

Gol Bersejarah dan Momen Perdana

Gol pertama Curacao di Piala Dunia
Livano Comenencia mencetak sejarah dengan gol pertama Curacao di Piala Dunia saat melawan Jerman. Pemain muda itu bahkan mengaku senang bisa menjebol gawang Manuel Neuer, kiper yang biasa ia gunakan di PlayStation. Curacao akhirnya kalah 1-7, namun gol itu akan selalu dikenang.

Suporter Skotlandia meriahkan Boston
Setelah 28 tahun absen, pendukung Skotlandia kembali memadati stadion. Mereka memenuhi Fenway Park, menyanyikan lagu, dan menghias patung kota dengan kerucut lalu lintas oranye. Walikota Boston bahkan menyambut “Boston Cone” yang dibawa langsung dari Glasgow. Walaupun timnya kurang berhasil, para suporter Skotlandia meninggalkan warisan tak terlupakan.

Vozinha dan haru sang ibu
Kiper Cape Verde berusia 40 tahun, Vozinha, terpilih sebagai pemain terbaik setelah laga imbang tanpa gol melawan Spanyol. Ia menangis karena ibunya tidak bisa hadir akibat masalah visa. Mendengar itu, pemimpin DPR AS Hakeem Jeffries mengatur pembebasan biaya visa sang ibu. Akhirnya ia bisa menyaksikan putranya bermain melawan Uruguay.

Kontroversi Wasit dan VAR

Kabel overhead bikin gempar
Jude Bellingham mencetak gol untuk Inggris melawan Norwegia, namun bola diduga mengenai kabel overhead sebelum masuk. Wasit tetap mengesahkan gol, sementara pelatih Norwegia marah besar karena yakin bola sudah berubah arah.

Kekeliruan identitas yang merugikan
Aturan mistaken identity diperbarui untuk Piala Dunia ini. Dalam laga Argentina vs Swiss, wasit sempat memberi kartu kuning kepada Leandro Paredes, tapi VAR memanggilnya kembali. Ternyata Breel Embolo yang melakukan diving, sehingga ia mendapat kartu kuning kedua dan diusir. Pelatih Swiss menyebut aturan itu “menghancurkan pertandingan”.

Adu penalti neraka Belanda vs Maroko
Babak adu penalti 32 besar antara Belanda dan Maroko menjadi yang paling dramatis. Neil El Aynaoui membentur mistar, Justin Kluivert mengenai tiang, Bart Verbruggen hampir menyelamatkan, hingga Achraf Hakimi gagal. Yassine Bounou menggagalkan tendangan Crysencio Summerville sebelum Ismael Saibari menjadi pahlawan Maroko.

Gol Kroasia dianulir karena sensor rambut
Josko Gvardiol mencetak gol penyelamat untuk Kroasia melawan Portugal, tetapi VAR menganulirnya setelah sensor FIFA mendeteksi sentuhan paling tipis di kepala Igor Matanovic. Pelatih Kroasia Zlatko Dalic kecewa berat dan menyebut VAR “membunuh emosi”.

Kartu merah terbanyak di laga pembuka
Meksiko vs Afrika Selatan di laga pembuka menyuguhkan tiga kartu merah — hampir menyamai total kartu merah Piala Dunia 2022. Yaya Sithole diusir setelah jeda, disusul Themba Zwane dan Cesar Montes dalam delapan menit.

Bintang Lapangan dan Fenomena Media Sosial

Haaland: dari berburu beruang hingga berburu kiper
Erling Haaland menjadi fenomena internet. Ia hanya melakukan sedikit hal selama 79 menit melawan Brasil, lalu mencetak dua gol dalam 11 menit. Video ia mengejar kiper Irak viral dengan teks: “Ketika ditanya ketakutan terbesarku, aku tidak bisa menjawab ‘dikejar Haaland’, jadi kujawab laba-laba.”

Ronaldo akhirnya mencetak gol knockout, lalu pamit
Cristiano Ronaldo memecah kebuntuan gol di babak gugur saat melawan Kroasia, namun Portugal langsung tersingkir oleh Spanyol. Ia hanya menyentuh bola 19 kali dalam laga terakhirnya. “Saya sudah memberikan segalanya,” ujarnya.

Persaingan ketat Sepatu Emas
Lionel Messi dan Kylian Mbappé menyamai rekor Ronaldo Nazário (8 gol) di semifinal. Mbappé akhirnya memenangkan Sepatu Emas setelah mencetak dua gol ke gawang Inggris di perebutan tempat ketiga.

Lamine Yamal dan adiknya yang mencuri perhatian
Lamine Yamal tampil gemilang, tetapi adiknya yang berusia tiga tahun, Keyne, justru mencuri hati penggemar dengan ekspresi kegirangan setiap kali kakaknya bersinar. Dua bintang muda lahir bersamaan.

Mikel Merino, spesialis gol penentu
Di tengah deretan superstar, Mikel Merino muncul sebagai pahlawan Spanyol. Ia turun dari bangku cadangan dan mencetak gol krusial melawan Portugal dan Belgia di babak gugur, membantu Spanyol meraih gelar juara.

Kisah Unik dan Emosional

Marsch bicara besar setelah kalah
Jesse Marsch berkata “Aku lebih memilih jadi kami daripada mereka” setelah Kanada kalah 0-3 dari Maroko. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, menanggapinya dengan sinis. Marsch juga membesar-besarkan kapasitas stadion BC Place setelah menang 6-0 atas Qatar.

Bebek Merlin jadi maskot tak resmi Meksiko
Merlin si bebek menjadi sensasi setelah muncul di perayaan kemenangan Meksiko atas Afrika Selatan. Ia bahkan diundang bertemu Presiden Claudia Sheinbaum. Sayangnya, Peraturan FIFA melarang Merlin menonton langsung di stadion.

Aguirre kirim salam untuk Gordon
Dalam laga Meksiko vs Inggris, pelatih Meksiko Javier Aguirre memanggil Anthony Gordon saat jeda minum, lalu melontarkan “fuck you!” dengan nada ceria. Keduanya tertawa. Gordon menganggapnya sebagai pujian.

Tuchel kesal dengan fotografer
Thomas Tuchel memohon FIFA mengubah posisi fotografer saat lagu kebangsaan. Ia tidak bisa melihat timnya karena terhalang tembok 50 fotografer. Ini bukan pertama kalinya pelatih Inggris itu menunjukkan frustrasi.

Penghormatan untuk Jayden Adams
Gelandang Afrika Selatan Jayden Adams meninggal beberapa hari setelah pulang dari Piala Dunia. Usia 25 tahun. Penghormatan dilakukan dengan hening sejenak di semua perempat final.

Kejutan dan Kegagalan

Iran bermain di bawah tekanan politik
Tim Iran menghadapi kesulitan luar biasa karena konflik dengan AS. Basis latihan dipindah mendadak ke Meksiko, mereka hanya boleh masuk AS sehari sebelum laga, dan harus segera pulang setelahnya. Meski begitu, mereka nyaris lolos ke babak gugur, tersingkir karena selisih gol.

Turki, kuda hitam yang gagal total
Turki dijagokan melaju jauh, tetapi justru tersingkir lebih awal setelah kalah beruntun dari Australia dan Paraguay yang bermain dengan 10 orang. Wonderkid Arda Guler mengaku semua sedih dan menangis.

Mesir kecewa dengan keputusan wasit
Pelatih Mesir Hossam Hassan marah besar setelah timnya kalah dari Argentina di 16 besar. Ia mengklaim penalti tidak diberikan, gol dianulir, dan merasa ada keputusan yang tidak adil. Banyak yang menganggap wasit memihak juara dunia.

Belgia balas dendam dengan tarian Trump
Setelah kontroversi larangan Folarin Balogun dicabut, Belgia menghancurkan AS 4-1. Mereka merayakan kemenangan dengan meniru tarian Donald Trump di ruang ganti dan cuitan “Overturn this” yang penuh sindiran.

Paraguay dari pahlawan jadi penjahat
Paraguay disambut gembira setelah menyingkirkan Jerman, tetapi popularitas mereka anjlok saat melawan Prancis dengan gaya bermain kasar. Joe Hart menyebut mereka “aib”, sementara Micah Richards menyesalkan taktik tersebut. Wasit juga dikritik karena tidak memberi kartu.

Pemain Prancis rangkul Deschamps
Setelah Mbappé mencetak gol, seluruh pemain Prancis berlari memeluk pelatih Didier Deschamps, yang baru kembali dari duka kehilangan ibunya. Mbappé menyebut itu DNA tim: selalu mendukung pelatih.

Wasit kram, pertandingan dihentikan
Dalam laga AS vs Australia, wasit Felix Zwayer tiba-tiba jatuh kram di menit akhir. Pemain Australia dan AS membantunya meregangkan otot, disambut sorak-sorai ironis penonton.

Wonderwall jadi anthem Inggris
Lagu Oasis “Wonderwall” diadopsi suporter Inggris sebagai lagu kebangsaan tidak resmi. Harry Kane menyebut ritual berdiri sambil bernyanyi bersama pendukung sebagai momen favoritnya sepanjang karier di timnas.

Piala Dunia 2026 memang menyajikan segudang cerita: dari kegembiraan, kontroversi, hingga keharuan. Setiap momen menjadi bagian dari sejarah sepak bola yang tak akan terlupakan.